Kamis, 19 September 2019

Pelantikan & Rakerda ke 2 DPD Askopis Jateng dan DIY

    Pelantikan dan Rakerda ke 2 Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Komunikasi dan Penyiaran Islam ( DPD Askopis ) Jateng dan DIY di Hotel Dafam Pekalongan bekerja sama dengan IAIN Pekalongan yg sedang menyelenggarakan konferensi internasional untuk rekonsiliasi radikalisme dan terorisme menghadirkan beberapa Nara sumber profesional dari akademisi yg berkompenten di bidang keilmuannya. Prof.Dr.Ahcmad Gunaryo, M.Soc.Sc menyampaikan bahwa , radikalisme dan terorisme disebabkan oleh 4   :
1. Menolak Pancasila
2. Kafirisme/ mengklaim kafir pd pihak lain
3.Menolak NKRI
4. Mendirikan Khilafah
         Sedangkan Dr.H Dede Rohayana, M.Ag ( Rektor IAIN ) Pekalongan mendiskripsikan bahwa : Tindakan radikalisme dalam Islam  dikaji dari sudut pandang ushul fiqh di mulai sejak wafatnya Rosululloh saw, yaitu ketika menentukan " siapa pengganti Rosululloh saw". Di sana telah terjadi perbedaan pendapat tentang " siapa yg pantas" menjadi pengganti Rosululloh, yg akhirnya masing2 kelompok memaksakan pendapatnya, hingga lahir kaum khowarij / yg keluar dari golongan. Saat itulah mulai timbul pemikiran bahwa golongan lain yg berbeda berarti bukan Muslim dan boleh dibunuh/ halal darahnya...
      Memang agama tidak lepas dari pengaruh politik dan adat serta berbagai faktor kehidupan masyarakat. Dan dalam semua agama ada faktor2 yg bisa memicu radikalisme, bukan cuma dalam Agama Islam. Tetapi umat Islam dan utamanya para tokoh2 agama Islam di segala lini hendaklah mengungat 2 hal, yaitu : bahwa Islam lahir untuk menebar kasih sayang / rahmatan lil alamin dan Nabi Muhammad saw diutus menjadi Rosul tugas utamanya adalah memperbaiki akhaq umat.
         Selaku Dosen Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Imam Ghazali ( IAIIG ) Cilacap dan sebagai Pengurus bidang Pengembangan Profesi dan Kompetensi DPP Askopis Jateng dan DIY , saya mengusulkan 4 hal sebagai program kerja , yaitu :
1.Hendaklah Askopis menerbitkan sertifikat Da'i dengan syarat2 memenuhi kriteria profesi dan kompetensi sebagai manifestasi antisipatis terhadap radikalisme, terorisme dan maraknya Da'i abal2.
2. Hendaklah Askopis membentuk Asosiasi profesi Da'i atau bila sudah ada, ikut terlubat dalam organusasi tersebut untuk dapat memberikan arah yg jelas dan mendidik para Da'i sesuai visi missi ajaran Islam yg kaffah/ komprehenshif.
3.Segera Askopis memfasilitasi pemberian gelar "Doktor honoris causa " pada para Dosen / Da' i yg lulus kompetensi dalam syarat meraih gelar tersebut sesuai kompetensi ilmiah yg dimilikinya.
4.Hendaklah Askopis memiliki networking yg dapat menjadi sumber dana organisasi ,baik yg bersumber dari kementerian2, organusasi2, lembaga2, instansi2, donatur2, atau link2 dana di tingkat nasional maupun internasional sehingga bisa menopang kebutuhan biaya organisasi, yg bahkan ke depannya bisa memberikan subsidi pada kegiatan2 organsasi dan Prodi serta para peserta kegiatan




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar