Sabtu, 14 September 2024

Jawaban untuk Semut Api

 

Semut Api

 Kemarin kamis pahing 12 september 2024, Aku sangat gelisah dan bingung, karena semut Api yang berjumlah ribuan mengelilingi rumahku,bahkan masuk dan mulai menggigit. Sebelumnya hanya dengan doa hilang,tidak masuk rumah, tapi kali ini tidak hilang.

Lalu Aku teringat kata Orang terdahulu, kalau di suatu daerah ada wabah, atau hewan2 yang abeh dengan jumlah yang tudak wajar, itu pertanda di Daerah terebut ada Orang yang " ngiwo"  atau melakukan "Pesugihan", yaitu meminta kaya atau mencari harta dengan bantuan Jin/ Dukun. 

Maka Aku jadi mulai berpikir  seperti itu, karena di Wilayah lingkungan Kami semut Api ada di rumah2 penduduk denfan tidak wajar, apalagi putri bungsuku juga pernah bermimpi bahwa di lingkungan Kami ada Orang yang " ngiwo babi ngepet".

Tapi sebagai Tokoh Islam & Orang beriman, Aku tidak mau mengklaim apalagi menghakimi Orang apabila tidak ada bukti fisik yang nyata terlihat oleh banyak Orang. Dari inilah maka seperti biasanya Aku berbisik kepada  Alloh swt, " Ya, Alloh, inj semut biasa yang ada karena proses alam biasa, atau karena kiriman Dukun santet, atau Orang yang melakukan pesugihan ?" sambil bersih2,mengusir semut tsb dengsn oli dicampur bensin.

Lalu Aku istirahat sambil tiduran,tidak terasa Aku "Ngliyep", tertidur beberapa menit,dan dalam menit2 itu tiba2 hatiku membisikkan ayat alQur'an " Bimaa kasabat Aidinaas"...Lalu Aku terbangun & kaget....

Sudah lama Aku tidak memakai ayat alQur'an tersebut  untuk dalil tausiyah. Tetapi tiba2 dalam tidur yang cuma beberapa menit muncul dalam bisikan  hatiku .

Maka Aku menyimpulkan beberapa kemungkinan ; 

1.Mungkin Semut Api tersebut memang karena kiriman santet atau Orang yang " ngiwo/ Pesugihan"

2.Mungkin Aku disuruh mengusir semut tersebut tidak hanya dengan doa, tetapi dengan usaha sebagai manusia

Alhamdulillah, saat Aku menulis ini, semut2 itu sudah tidak masuk rumahku lagi, Suamiku menebar oli bercampu bensin ke tempat semut2 itu datang.

Wallohu A'lam

@Farida

Semut Api

 Kemarin kamis pahing 12 september 2024, Aku sangat gelisah dan bingung, karena semut Api yang berjumlah ribuan mengelilingi rumahku,bahkan masuk dan mulai menggigit. Sebelumnya hanya dengan doa hilang,tidak masuk rumah, tapi kali ini tidak hilang.

Lalu Aku teringat kata Orang terdahulu, kalau di suatu daerah ada wabah, atau hewan2 yang abeh dengan jumlah yang tudak wajar, itu pertanda di Daerah terebut ada Orang yang " ngiwo"  atau melakukan "Pesugihan", yaitu meminta kaya atau mencari harta dengan bantuan Jin/ Dukun. 

Maka Aku jadi mulai berpikir  seperti itu, karena di Wilayah lingkungan Kami semut Api ada di rumah2 penduduk denfan tidak wajar, apalagi putri bungsuku juga pernah bermimpi bahwa di lingkungan Kami ada Orang yang " ngiwo babi ngepet".

Tapi sebagai Tokoh Islam & Orang beriman, Aku tidak mau mengklaim apalagi menghakimi Orang apabila tidak ada bukti fisik yang nyata terlihat oleh banyak Orang. Dari inilah maka seperti biasanya Aku berbisik kepada  Alloh swt, " Ya, Alloh, inj semut biasa yang ada karena proses alam biasa, atau karena kiriman Dukun santet, atau Orang yang melakukan pesugihan ?" sambil bersih2,mengusir semut tsb dengsn oli dicampur bensin.

Lalu Aku istirahat sambil tiduran,tidak terasa Aku "Ngliyep", tertidur beberapa menit,dan dalam menit2 itu tiba2 hatiku membisikkan ayat alQur'an " Bimaa kasabat Aidinaas"...Lalu Aku terbangun & kaget....

Sudah lama Aku tidak memakai ayat alQur'an tersebut  untuk dalil tausiyah. Tetapi tiba2 dalam tidur yang cuma beberapa menit muncul dalam bisikan  hatiku .

Maka Aku menyimpulkan beberapa kemungkinan ; 

1.Mungkin Semut Api tersebut memang karena kiriman santet atau Orang yang " ngiwo/ Pesugihan"

2.Mungkin Aku disuruh mengusir semut tersebut tidak hanya dengan doa, tetapi dengan usaha sebagai manusia

Alhamdulillah, saat Aku menulis ini, semut2 itu sudah tidak masuk rumahku lagi, Suamiku menebar oli bercampu bensin ke tempat semut2 itu datang.

Wallohu A'lam

@Farida


Selasa, 10 September 2024

Pertama mengajar Mahasiswa

 Setelah beberapa tahun UNUGHA brrdiri, baru semester ini Aku benar2 mengajar Mahasiswa UNUGHA dari Prodi2 disiplin ilmu Umum, bukan Prodi Agama Islam

Mereka sari Prodi Matematika, Teknik Indistri san Sistem informasi. Matakuliah yang terjadwal adalah Makul Agama. Aku menamakan Studi Agama, karena bagiku Agama bukan mata Kuliah , tapi Pemeluk, dan bila dikuliahkan menjadi Studi Agama.

Kupikir Mahasiswa Prodi umum adalah para Mahasiswa yang berasal dari Sekolah2 umum.yang bukan berbasis Islam, sehingga Aku akan lebih berat dan serius dalam menyampaikan materi kuliah, melebihi seriusnya kuliah untuk mahasiswa Prodi Keaganaan Islam

Ternyata setelah perkenalan satu persatu, mereka juga berasal dari Sekolah2 Islam bahkan bernaungan pondok pesantren....

Tidak berbeda dari mahasiswa2 Prodi Keagamaan Islam. Mereka profil2 yang sejenis, tetapi mengambil jurusan umum. Masya Alloh...semoga menjadi insan kamil

Senin, 02 September 2024

Awal menjadi Dosen UNUGHA

 Akhir hidup ptra ke 3 ku adalah akhir hidup IAIIG Cilacap dan awal Aku menjadi Dosen UNUGHA Cilacap, karena IAIIG marger ke UNUGHA menjadi Fskultas Keagamaan Islam (FKI ) 

Sungguh ironis dan miris, persaingan yang tersembunyi dari mantan mahasiswaku yang sekarang menjabat kursi Kepala Prodi, ternyata masih demikian kuat, padahal Aku sudah mundur dari semua aktifitas komunitas, kolega dan pangkat, demi memvuatnya tenang dan legowo.

Aku yang sudah sangat tenang dan bahagia dengan posisiku yang hanya Dosen biasa, tanpa jabatan dan gaji tetap, ternyata belum membuatnya tenang, dan tetap saja merasa benci dan ambisi untuk menjatuhkan dan menjerumuskan nama dan kompetensiku.

Anehnya , Ismh yang juga mantan mahasiswaku juga sangat semangat memfitnah dan mengadu domba dengannya. 

Kata2nya yang terbungkus bibir yang pandai bermain lidah meyakinkan, bahwa Aku adalah Orang terburuk dan terjahat. Lebih aneh lagi, akhirnya 2 mantan mahasiswaku ini, juga sangat sadis memfitnahku, hingga ke level ternaif sebagai Orang2 berpendidikan tinggi, tokoh Agama dan masyarakat yang kuat dan Akademisi di PT Agama, dengan melakukan fitnah yang sangat kejam,  Sungguh naif ! Kasihan....

Tahun 2014, telah menghancurkan reputasi, prestais dan profesiku dg sangat kejam dan licik. Sekarang di tahzn 2023 kembali mereka berdua melakukan hal yang sama. Bedanya di tahun 2014, Aku kaget dan menderita luar biasa dan sampai putra ke 3 ku menjadi korban fitnah mereka dan meninggal pada tahun 2019, sedang di tahun 2023 ini, Aku begitu tenang, santai dan enjoy saja, bahkan menertawakan  mereka....

Hah ! Bagaimana mungkin, Dosen dalam satu Perguruan tinggi sepakat dalam kekejaman, fitnah dan kejahatan hanya karena fitnah Ismh dan dukungan  Hmysh yang tidak pernah puas pada posisi, jabatan dan pengaruh ? 😃😃😃 Di mana hati nurani mereka ? Di mana Otak yang  mereka banggakan , merasa sebagai Orang2 cerdas , dan demikian sering berkata " Kamu itu bodoh, kamu itu lugu !" Kepadaku...

Semua pejabat struktural bahkan demikian semangat mengolok2ku di forum rapat yang tidak kuhadiri karena terpengaruh oleh olok2 Kep.Prodi yg terpengaruh "Dosen2an"... ( Ismh).....

Mereka semua sepakat dan yakin " Aku adalah Orang paling naif, paling buruk dan paling Bodoh "😃😃😃

Mereka menghalangiku dengan fitnah dan adu domba yang kejam hanya karena untuk menghalangiku menjabat apapun  di Komunitas Kampus, padahal Aku tidak tertarik sedikitpun pada jabatan2 tsb.

Mereka takut Aku terhormat, terkenal, bersinar gemilang....

Aku bahkan sangat enjoy dengan semua kualitasku, dan cuek2 saja dengan klaim2 buruk yang  tertuju padaku, karena Aku senang dengan penilaian tsb.Aku tersembunyi dari semua Orang, tersembunyi siapa sebenarnya diriku, sedalam apa rahasia hatiku, setinggi apa kompetensi dan kedudukanku....

Selasa, 03/9/2024